hargailah orang lain dan juga pekerjaannya, karena itu merupakan ibadah baginya. jangan melihat orang dari segi penempilan tapi pelajari dan lihatlah kepribadiannya, ok cooooy...?
Selasa, 19 Mei 2009
PERLUNYA PENDIDIKAN POLITIK BAGI MASYARAKAT
Pendidikan Politik di negara demokrasi seharusnya memang sudah menjadi pelajaran wajin disetiap sekolah maupun perguruan tinggi, jangan samapai jiwa penerus pesta demokrasi di Indonesia memiliki mental yang tidak seharusnya menjadi cermin di setiap manusia, apa boleh dikata ketika reformasi di gulirkan pada tahun 1999 masyarakat Indonesia selalu bebas berpendapat, bahkan sampai-sampai segala tindakan diatas namakan demokrasi.
tetapi bagaimana kalau kita melihat pesta demokrasi yang sedang berlangsung pada 9 April 2009 pada pileg dan menjelang Pilpres pada 8 Juli 2009 nanti, sudah banyak banyangan yang menenti kekacauan pada pemilu kali ini, sistem persaingan yang tidak siap, sikap egoisme yang masih melekat pada elit politik di negeri ini, seperti, pada kandidat capres dan cawapres kali ini di usung oleh tiga kandidat, yang mana terdapat dua kulaisi besar yaitu, PDIP, GERINDA, GOLKAR, HANURA, dan partai-partai kecil yang mengusung dua kandidat capres dan cawapres, yaitu MEGA-PRO dan JK-WIN.
Sikap keduanya sangat terlihat yang tidak menghendaki calaon presiden dan calon wakil presiden SBY-BEUDIONO, partai kualisi besar memang kelihatan ingin menghentikan kepemimpinan SBY lima tahun kedepan. fenomena itu ibarat anak-anak TK atau SD bermain petek umpet, kenapa demikian, pihak kualisi besar atau Blok Teuku Umar menghendaki atau berkeinginan supaya pemilu dapat dua putaran (uang yang mana untuk pemilu), dan mereka siapa yang kalah akan bergabung lagi menjadi kualisi besar, jadi bagaimana sistem ayang dianut oleh NKRI ini belum jelas apa Presidensil atau Parlementer.
Pesta demokrasi di indonesia tak ubahnya seperti pesta menghambur-hamburkan uang rakyat tanpa tujuan yang jelas, seharusnya terlebih dulu meningkatkan pendidikan politik warganya, karena masyarakat indonesia madih banyak yang belum jelas tentang demokrasi di NKRI.
Dengan menganut sistem multi partai apa yang di hasilkan oleh sistem tersebut, padahal di negera maju yang sudah mengeyam pendidikan demokrasi hanya menerapkan 2 parati politik, kenapa kita selalu PD pada sistem yang kita pakai sendiri padahal sebagian orang sangat menyayangkan sistem tersebut, apa yang dibangkan dari sistem multi partai.
Banyak para pakar politik berkaor-kaor tentang perpolitikan di indonesia tetapi dia hanya bisa berbicara dan tidak bisa menerapkannya, sebaiknya para elit politik melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan pendidikan politik, seperti yang dikatakan oleh TAUFIK KAMAL Mahasiswa doktoral Frankfrut JERMAN mengatakan bahwa ada beberapa tehnik kampanya yang baik, dia mengatakan pada sebuah penelitian, format kampanye mimbar bebas tidak begitu efektif lagi saat ini, kampanye terbaik bukanlah berorasi didepan masa dengan retorika yang berketiak ulartetapi menunjukkan keteladanan atas apa yang diperbuat ke masyarakat dan lingkungan.
Dari semua apa yang dikatakan oleh para elit politik seharusnya dapat ditranfer ke masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami sistem yang sedang di anut, dan semua elit politik harus mencerminkan seikap yang cerdas dan santun ketika menjadi salah satu kandidat.
semoga Pesta demokrasi berjal;an dengan aman dan damai" Amin"
tetapi bagaimana kalau kita melihat pesta demokrasi yang sedang berlangsung pada 9 April 2009 pada pileg dan menjelang Pilpres pada 8 Juli 2009 nanti, sudah banyak banyangan yang menenti kekacauan pada pemilu kali ini, sistem persaingan yang tidak siap, sikap egoisme yang masih melekat pada elit politik di negeri ini, seperti, pada kandidat capres dan cawapres kali ini di usung oleh tiga kandidat, yang mana terdapat dua kulaisi besar yaitu, PDIP, GERINDA, GOLKAR, HANURA, dan partai-partai kecil yang mengusung dua kandidat capres dan cawapres, yaitu MEGA-PRO dan JK-WIN.
Sikap keduanya sangat terlihat yang tidak menghendaki calaon presiden dan calon wakil presiden SBY-BEUDIONO, partai kualisi besar memang kelihatan ingin menghentikan kepemimpinan SBY lima tahun kedepan. fenomena itu ibarat anak-anak TK atau SD bermain petek umpet, kenapa demikian, pihak kualisi besar atau Blok Teuku Umar menghendaki atau berkeinginan supaya pemilu dapat dua putaran (uang yang mana untuk pemilu), dan mereka siapa yang kalah akan bergabung lagi menjadi kualisi besar, jadi bagaimana sistem ayang dianut oleh NKRI ini belum jelas apa Presidensil atau Parlementer.
Pesta demokrasi di indonesia tak ubahnya seperti pesta menghambur-hamburkan uang rakyat tanpa tujuan yang jelas, seharusnya terlebih dulu meningkatkan pendidikan politik warganya, karena masyarakat indonesia madih banyak yang belum jelas tentang demokrasi di NKRI.
Dengan menganut sistem multi partai apa yang di hasilkan oleh sistem tersebut, padahal di negera maju yang sudah mengeyam pendidikan demokrasi hanya menerapkan 2 parati politik, kenapa kita selalu PD pada sistem yang kita pakai sendiri padahal sebagian orang sangat menyayangkan sistem tersebut, apa yang dibangkan dari sistem multi partai.
Banyak para pakar politik berkaor-kaor tentang perpolitikan di indonesia tetapi dia hanya bisa berbicara dan tidak bisa menerapkannya, sebaiknya para elit politik melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan pendidikan politik, seperti yang dikatakan oleh TAUFIK KAMAL Mahasiswa doktoral Frankfrut JERMAN mengatakan bahwa ada beberapa tehnik kampanya yang baik, dia mengatakan pada sebuah penelitian, format kampanye mimbar bebas tidak begitu efektif lagi saat ini, kampanye terbaik bukanlah berorasi didepan masa dengan retorika yang berketiak ulartetapi menunjukkan keteladanan atas apa yang diperbuat ke masyarakat dan lingkungan.
Dari semua apa yang dikatakan oleh para elit politik seharusnya dapat ditranfer ke masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami sistem yang sedang di anut, dan semua elit politik harus mencerminkan seikap yang cerdas dan santun ketika menjadi salah satu kandidat.
semoga Pesta demokrasi berjal;an dengan aman dan damai" Amin"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar